Konsumsi Simbolik dan Keaslian Merek: Menjelajahi Respons Konsumen terhadap Isu Keaslian Merek Mewah di TikTok

Authors

  • Sherly Maulida Rahmi Bina Nusantara University

DOI:

https://doi.org/10.59784/glosains.v7i2.703

Keywords:

Konsumsi simbolik, brand trust, brand loyalty, keputusan pembelian, Fenomemologi

Abstract

Latar Belakang: Faktor sosial, masalah keaslian viral, dan tas mewah—dikonsumsi dalam format TikTok. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang dampak media sosial terhadap persepsi konsumen, konsumsi simbolis, dan loyalitas pelanggan. Masing-masing dari kita sudah terlibat dalam konsumsi simbolis, dengan mengasosiasikan diri kita dengan merek yang produknya mengekspresikan stratifikasi sosial dan identifikasi pribadi. Ketidakpercayaan pada suatu merek dapat memengaruhi banyak keputusan pembelian.

Tujuan: Penelitian ini dirancang untuk mengkaji bagaimana masalah keaslian produk di media sosial tentang konsumsi simbolis, orientasi hedonik, loyalitas merek dan keputusan pembelian tas merek mewah.

Metode: Perspektif interpretatif-fenomenologis kualitatif digunakan untuk melakukan wawancara mendalam dengan delapan informan yang memiliki dan menggunakan tas merek mewah. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan coding induktif-deduktif.

Hasil: Hasil menunjukkan bahwa konsumsi tas mewah didorong oleh nilai-nilai simbolis seperti status sosial, identitas diri, dan kepuasan emosional. Sebaliknya, dalam penelitian ini, kami menemukan niat dan keputusan pembelian stabil terlepas dari masalah keaslian viral di TikTok, sebagian dimoderasi oleh kepercayaan merek dan pengalaman konsumsi sebelumnya. Kemewahan lebih disetel menyeimbangkan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri, tetapi tetap fleksibel secara estetika tergantung pada prioritas skema berbasis kebutuhan konsumen sejalan dengan hierarki yang selaras dengan akurat. Loyalitas merek adalah ikatan emosional, simbolis dan bermakna, keadaan di luar mengandalkan informasi eksternal.

Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan mediasi kepercayaan merek dan pengalaman konsumsi masa lalu pada masalah keaslian media sosial dalam mendorong perilaku konsumen mewah, sehingga menegaskan kembali bahwa masalah viral di TikTok tidak pernah bisa melebihi nilai simbolisme yang melekat pada konsumen.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian Kualitatif. CV. syakir Media Press.

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Ardha, B., & Ardhana, D. (2022). Analisis Komunitas Virtual Brand Tory Burch Lovers Indonesia Di Facebook Dalam Proses Keputusan Pembelian Tas. GANDIWA Jurnal Komunikasi, 2(2), 9–16. https://doi.org/10.30998/g.v2i2.1223

Baudrillard, J. (2016). The consumer society: Myths and structures.

Belk, R. W. (1988). Possessions and the extended self. Journal of Consumer Research, 15(2), 139–168. https://doi.org/10.1086/209154

Fairclough, N. (2013). Critical discourse analysis: The critical study of language. Routledge.

Fionda, A. M., & Moore, C. M. (2009). The anatomy of the luxury fashion brand. Journal of Brand Management, 16(5), 347–363. https://doi.org/10.1057/bm.2008.45

Hall, S. (1972). 1980. Encoding/decoding. Centre for Contemporary Cultural Studies (Ed.) Culture, Media, Language: Working Papers in Cultural Studies, 79, 128–138.

Hammersley, M., & Atkinson, P. (2019). Ethnography: Principles in practice. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315146027

Hirschman, E. C., & Holbrook, M. B. (1982). Hedonic consumption: emerging concepts, methods and propositions. Journal of Marketing, 46(3), 92–101.

Huda, N., & Albushairi, S. A. (2016). Peranan Keterlibatan Dalam Memprediksi Perilaku Loyalitas Konsumen Pada Private Store Apparel Brands Di Banjarmasin. Jurnal Wawasan Manajemen, 1(2), 191–214.

Kapferer, J.-N. (2016). The challenges of luxury branding. In The Routledge companion to contemporary brand management (pp. 473–491). Routledge.

Keni, K., & Sandra, K. K. (2021). Prediksi customer experience dan service quality terhadap customer loyalty: Customer satisfaction sebagai variabel mediasi. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 5(1), 191–204.

Khoziyah, S., & Lubis, E. E. (2021). Pengaruh Digital Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Followers Online Shop Instagram@ KPopConnection. Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS), 10(1), 39–50.

Kotler, P., & Keller, K. (2009). Manajemen Pemasaran. 13th. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Indeks.

Nurnayla, F., Santoso, J., & Ramadhani, A. N. (2025). Gaya Hidup Urban dan Konsumsi Simbolik: Fenomena Penggunaan Tumbler sebagai Simbol Status Sosial di Kalangan Mahasiswi Unsoed. JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis), 10(1), 27–42.

Rubin, H. J., & Rubin, I. S. (2011). Qualitative interviewing: The art of hearing data. sage.

Seo, Y., & Buchanan-Oliver, M. (2015). Luxury branding: the industry, trends, and future conceptualisations. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 27(1), 82–98. https://doi.org/10.1108/APJML-10-2014-0148

Setiawan, R. (2023). Pengaruh Gaya Hidup Hedonis dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Louis Vuitton di Jakarta/Roni Setiawan/21199079/Pembimbing: Rita Eka Setianingsih.

Sucidha, I. (2024). Pengaruh Kampanye Boikot Produk Kecantikan Terhadap Brand Loyality dan Brand Image: Studi Pada Konsumen Milenial. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(4), 5693–5705.

Xu, Q. (2020). A study of the marketing strategies of high-end luxury brands: The case of Hermes. In Proceedings of the 2020 2nd International Conference on Economic Management and Cultural Industry (ICEMCI 2020) (pp. 462–467). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/aebmr.k.201128.088

Zong, Z. (2024). Analysis of Hermes’ marketing strategy: Evolution, brand positioning, and global impact. SHS Web of Conferences, 207, 02022. https://doi.org/10.1051/shsconf/202420702022

Downloads

Published

2026-06-06